DPRD Kotim Dorong Pemerataan Program MBG Hingga Pelosok


Sumber gambar: https://kalteng.antaranews.com/

Sampit (ANTARA) - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah Rimbun menyambut gembira pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kotim dan mendorong agar pelaksanaan program itu merata hingga ke pelosok.

Program MBG yang telah mulai dilaksanakan pada tanggal 24 untuk daerah perkotaan patut disambut baik, kata kata Rimbun di Sampit, Selasa.

"Kami mengucapkan terima kasih atas terealisasinya program tersebut. Namun, yang jadi PR kita bersama adalah, program ini harus bisa merata dan tidak hanya di kota saja," ucapnya.

Ia menjelaskan, Kotim dengan luas wilayah 16.796 km2 dengan topografi yang bervariasi, terutama medan jalan di wilayah pelosok banyak yang sulit dijangkau perlu mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah, baik itu tingkat kabupaten, provinsi hingga pusat.

Menurutnya, ketika membahas tentang Program MBG bukan sekadar memberikan makanan gratis tapi juga tentang pemerataan dan keadilan. Jika program ini hanya dilaksanakan di perkotaan, sementara di wilayah pelosok tidak maka artinya pemerataan dan keadilan belum tercapai.

Meskipun begitu, DPRD Kotim memaklumi bahwa pelaksanaan Program MBG di Kotim dilakukan secara bertahap karena keterbatasan yang ada, namun ia berharap agar hal itu tidak menjadi alasan berkepanjangan dan segera dicari solusinya.

"Semua masyarakat menginginkan program ini, makanya ini menjadi PR pemerintah daerah, provinsi maupun pusat untuk memaksimalkan Program MBG ini agar bisa melayani anak-anak kita di daerah khusus Kotim," tuturnya.

Hal ini ia sampaikan juga sebagai bentuk aspirasi masyarakat. Pasalnya, pihaknya kerap mendapat pertanyaan dari masyarakat terkait Program MBG, baik tentang waktu pelaksanaan hingga apakah ada kompensasi bagi pelajar yang belum mendapat program itu.

Apalagi, menurutnya justru anak-anak di wilayah pelosok dengan sarana prasarana yang terbatas lebih membutuhkan Program MBG ini dibanding anak-anak di wilayah perkotaan yang memiliki akses lebih mudah dalam mendapatkan berbagai bahan pangan.

"Kondisi geografis ini bisa berdampak pada pelaksanaan program ini, makanya perlu solusi untuk siswa-siswi kita di pedalaman, karena memang sangat memerlukan dan sangat keterbatasan baik sarana pendidikan maupun yang lainnya," demikian Rimbun.

Program MBG di Kotim perdana dilaksanakan pada Senin 24 Februari 2025, setelah sempat tiga kali tertunda. Sesuai rencana pelaksanaan program ini dilakukan secara bertahap salah satunya dikarenakan kapasitas dapur umum yang terbatas.

Berdasarkan ketentuan dari Badan Gizi Nasional (BGN) kapasitas satu dapur umum hanya menangani 3.000-3.500 porsi makanan dan saat ini hanya ada satu dapur umum di Kotim.

 

Sumber Berita:

  1. https://kalteng.antaranews.com/berita/746465/dprd-kotim-dorong-pemerataan-program-mbg-hingga-pelosok, Selasa, 25 Februari 2025.
  2. https://www.borneonews.co.id/berita/411333-dprd-kotim-dorong-program-mbg-harus-sentuh-pelajar-di-pelosok-agar-adil-dan-merata, Selasa, 25 Februari 2025.

 

Catatan:

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional, Badan Gizi Nasional adalah lembaga pemerintah yang dibentuk oleh Presiden untuk melaksanakan tugas pemenuhan gizi nasional. Peserta Didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu. Dalam Pasal 52 disebutkan, Pendanaan yang diperlukan untuk pelaksanaan tugas dan fungsi Badan Gizi Nasional bersumber dari: a. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; dan/atau b. sumber lain yang sah dan tidak mengikat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Berdasarkan Keputusan Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional Nomor 2 Tahun 2024 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Bantuan Pemerintah untuk Program Makan Bergizi Gratis untuk Program Makan Bergizi Gratis Tahun Anggaran 2025 mendefinisikan, Pemberian Makan Bergizi Gratis adalah Program pemberian makan dengan menu lengkap serta memiliki kandungan gizi seimbang sesuai dengan anjuran kontribusi zat gizi terhadap kebutuhan gizi kelompok sasaran sekali makan baik makan pagi atau makan siang. Penerima Manfaat kegiatan Program MBG adalah seluruh siswa PAUD/TK/RA, SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA, SMK, SLB, pesantren, sekolah keagamaan dan pendidikan layanan khusus serta ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita di sekitar lokasi SPPG (dalam radius 6km/waktu tempuh maksimal 30 menit). Sumber Pendanaan untuk membiayai kegiatan program MBG Tahun 2025 berasal dari DIPA APBN Badan Gizi Nasional tahun 2025 yang dialokasikan di 500-937 SPPG pada awal bulan Januari-Februari 2025, di 2.000 SPPG di bulan April 2025 dan di 5.000 SPPG di Bulan Juli 2025 yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia.

Download : DPRD Kotim Dorong Pemerataan Program MBG Hingga Pelosok